Tahapan awal kegiatan persiapan prakerin dimulai dengan rapat koordinasi antara Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri, Kepala Program Keahlian, dan guru pembimbing. Dalam rapat tersebut, tim melakukan peninjauan dan pemilihan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) yang relevan dengan kompetensi keahlian di SMKN 6 Kota Tangerang Selatan. Selain relevansi, sekolah juga mempertimbangkan fasilitas, lokasi, serta peluang pengembangan keterampilan siswa di tempat tersebut.

   

Melalui proses seleksi ini, sekolah memastikan bahwa setiap siswa akan ditempatkan di industri yang mampu memberikan pengalaman kerja nyata serta mendukung pencapaian kompetensi sesuai dengan bidang keahlian mereka.

Selanjutnya, dilakukan kegiatan penyelarasan kurikulum antara pihak sekolah dan industri mitra. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi ajar yang diterapkan di sekolah sejalan dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan, praktis, dan aplikatif saat menjalani prakerin.

Setelah tahap perencanaan dan koordinasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan kepada peserta prakerin. Dalam sesi ini, siswa mendapatkan materi tentang etika kerja, komunikasi profesional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tata cara pelaporan kegiatan selama prakerin berlangsung.

   

Tahap akhir dari kegiatan persiapan prakerin adalah penyusunan jadwal pemberangkatan, monitoring, dan penjemputan peserta didik. Sekolah mengalokasikan setiap siswa ke industri yang telah disepakati dengan mempertimbangkan jarak, akomodasi, serta jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kompetensi peserta didik.

Dengan persiapan yang matang, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memahami budaya industri, serta menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *